Rabu, 31 Agustus 2011

seputar dunia teknik sipil

Beam rebarLagi-lagi tentang balok beton. Kali ini kita nggak akan mengitung kebutuhan tulangan balok. Anggap aja kita udah bisa menghitungnya. Salah satu masalah kecil yang juga sering ditemui adalah pemilihan ukuran dan jumlah tulangan, serta bagaimana cara mengatur/menyusunnya.
Contoh, balok ukuran 300x500 butuh tulangan seluas 1200mm2. Pilihannya antara lain seperti gambar di bawah ini (klik untuk melihat lebih jelas)





Ada beberapa pilihan, ada yang pakai diameter kecil tapi jumlahnya banyak, ada yang pakai diameter besar tapi jumlahnya sedikit. Secara teori, semuanya tentu bisa digunakan, yang penting kan luas tulangan-(As)-nya memenuhi, sehingga kapasitas momen lenturnya juga memenuhi. TAPI.. ada beberapa hal yang harus diperhatikan... Apa sajakah itu?
  1. Batasan spasi minimum antar tulangan.
    Spasi minimum diperlukan agar pada saat pengecoran, agregat (kerikil/split) yang berukuran paling besar pun bisa masuk/lolos/menyelinap di sela-sela tulangan tersebut. Berapa besarnya? Secara teori spasi minimum (bersih) antar tulangan adalah 25 mm. Tapi dalam prakteknya untuk lebih aman kadang spasi minimumnya diperbesar menjadi 30 mm. Batasan spasi ini berlaku juga untuk spasi vertikal, yaitu untuk tulangan yang dipasang lebih dari 1 lapisan (layer)
  2. Batasan spasi maksimum antar tulangan.
    Sebenarnya, di peraturan (kalo nggak salah) nggak ada batasan maksimum spasi tulangan lentur untuk balok. Yang ada justru untuk pelat, dinding, dan kolom. Tapi, perencana kadang "mengadopsi" dari apa yang ada, sehingga spasi maksimum tulangan balok diambil sama dengan 150 mm (sama dengan kolom)
  3. Keseragaman ukuran.
    Ukuran tulangan yang bervariasi sebenarnya tidak menjadi masalah bagi perencana, tapi bagi pelaksana maupun bagi yang melakukan analisis biaya (costing), mereka akan sedikit kewalahan dengan variasi ukuran tulangan yang bermacam-macam
  4. Ketersediaan di pasaran.
    Faktor ini jarang menjadi masalah, namun nggak jarang juga sewaktu pelaksanaan konstruksi kontraktor menemui kesulitan dalam pengadaan tulangan ukuran tertentu, misalnya kehabisan stok atau delay yang terlalu lama. Akhirnya kontraktor mengusulkan untuk melakukan "konversi" jumlah dan ukuran tulangan
  5. Kemudahan pelaksanaan.
    Kemudahan di sini dalam arti mudah diangkut, mudah dibengkokkan, mudah dipasang (diinstall) dan mudah dimodifikasi jika ada perubahan atau kekeliruan. Misalnya, pada ujung balok, tulangan kan harus ditekuk. Tulangan diameter kecil relatif lebih mudah dibengkokkan. Malah untuk tulangan D25 sudah harus dibengkokkan pake mesin
Jadi, mana yang lebih baik?
Ukuran kecil, spasi kecil, jumlah banyak.
Atau... ukuran besar, spasi besar, jumlah sedikit.?

Tips: untuk tulangan yang banyak sehingga spasinya sempit, diperbolehkan mengatur tulangan dalam bentuk bundled (grup), yaitu 2 atau 3 tulangan diikat (dibundel) jadi satu.

Spreadsheet Rebar-Arrangement

Kali ini, kami lagi-lagi mau sharing "barang bagus". Dengan harga yang bagus pula.. yaitu GRATIS!. :D
Barang bagus itu ngga bagus-bagus amat sih. Tujuannya untuk membantu para perencana maupun pelaksana dalam mengatur tulangan pada sebuah balok.
Screenshotnya seperti di bawah ini.

Sederhana, tapi mudah-mudahan bermanfaat.
Sedikit catatan, spreadsheet itu butuh macro untuk menjalankan fitur drawing sectionnya sehingga hasilnya bisa kelihatan. Kalo rekan-rekan tidak mengaktifkan macro, gambarnya tidak akan berfungsi.
Insya Allah 100% nggak ada virus, soalnya kami juga nggak ngerti bagaimana membuat virus. Dan source-code itu juga kami proteksi (dengan password) sebagai rahasia dapur kami. :)

Kalaupun ada yang mau coba-coba membaca source-code-nya, yakin deh.. isinya nggak penting. Isinya cuma source-code Visual Basic yang mengatur tampilan gambar.

Jadi kenapa dikasih password, gan?

Biar keren aja... hehehe.
Dipersilahkan untuk download di sini (salah satu):

Link1

Link2

Link3
[]Semoga Bermanfaat[]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar